Jumat, 14 Desember 2007

Hamilton, Si KelingYang Rendah Hati


Siapa yang tidak mengenal Lewis Hamilton, pembalap debutan Vodafone Mclaren Mercedes, yang mencuri perhatian pada tiga seri pertama musim 2007. Tiga kali start balapan, tiga kali podium. Dengan dua gelar juara berturut-turut di Kanada.

Meski telah menjadi bintang dunia, tidak membuat pria yang lahir pada 7 Januari 1985 ini, menjadi sombong dan bertingkah. Justru anak dari pasangan Anthony (kulit hitam) dan Carmen Lockhart (kulit putih), mempunyai hati yang rendah diri dan ramah.
Sifat baik yang dipunyai Hamilton, juga dipengaruhi oleh keluarga dan adiknya Nicholas, yang cacat, karena penyakit cerebral palsy, yang menyebabkan kelumpuhan.
Sejak kecil Hamilton, tidak pernah bercita-cita menjadi pembalap. Kondisi keluarganya yang serba kekurangan, membuat Hamilton kecil harus berjuang hidup bersama keluarganya. Bahkan saat ayahnya memasukkannya ke sekolah balap, Hamilton harus bekerja untuk membiayai sekolahnya. Tidak tanggung-tanggung, tiga pekerjaan dirangkap Hamilton kecil. Misalnya, memasangi papan tanda "For Sale" di rumah-rumah, dengan bayaran hanya 15 poundsterling, waitres restoran dan penjaga toko.
Kerendahan hati Hamilton, tidak hanya ditunjukkan untuk orang-orang terdekatnya. Bahkan Bos McLaren-Mercedes Ron Dennis, mengakui Hamilton adalah sosok orang yang sangat baik. Selain ia hebat dilapangan. Tidak hanya itu, Hamilton, diakuinya bukan sebagai orang yang arogan. Ia anak muda yang mau mendengar, tidak seperti anak muda lainnya. (ima/F1-Life)