JAKARTA - Sebagai organisasi olahraga yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para penggemarnya, maka pengurus yang ada di dalamnya tidak mengarahkannya untuk kepentingan lain yang tidak ada sama sekali kaitannya dengan olahraga ini.
"IMI jangan sampai dijadikan alat atau kendaraan politik untuk kepetingan-kepentingan yang tidak berkait langsung dengan anggotanya," kata Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ari Batubara di Jakarta, Sabtu (24/11) lalu.
"IMI harus menjadi organisasi modern dan berguna bagi anggota tanpa ada embel-embel kepentingan yang tak ada kaitannya secara langsung."
Pernyaataan ini diutarakan Ari saat bertemu dengan 19 Ketua Pengda IMI Seluruh Indonesia yang mendukung rencanaya untuk maju kembali dalam musyawarah nasional IMI di Semarang 22-23 Desember mendatang di Semarang.
Selain Ari, dua nama lain yang juga meramaikan bursa calon Ketua Umum untuk masa bakti 2007-2011 tersebut adalah Ketua pengda IMI Sulawesi Selatan Sadikin Aksa dan promotor nasional Helmi Sungkar.
Tujuan Ari yang terpilih dalam munas IMI tahun 2003 berniat maju untuk periode kedua, didasari atas pertimbangan bahwa dirinya ingin menjaga kesinambungan program yang telah dan masih akan dilaksanakanya dalam beberapa tahun ke depan. "Sejak awal kita sepakat bahwa IMI harus menjadi organisasi yang mandiri profesional dan modern dan itu masih harus diperbaiki terus," katanya lagi.
Terkait dengan isu soal tidak adanya keterbukaan dalam masalah laporan keuangan, dirinya menegaskan bahwa itu sama sekali tidak benar. "Kita menetapkan standar akuntansi profesional dalam masalah laporan keuangan dan itu sudah lama kami laksanakan tanpa ada keluhan sama sekali," tegas pria yang baru saja melepas masa lajangnya ini.
Ia menambahkan, pendapatan IMI dari pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) internasional menurun dari 80 menjadi 60 persen. Padahal, biaya pembuatannya justru meningkat."Ini membuktikan kita berhasil menambah sumber pendanaan IMI diluar pembuatan SIM itu," paparnya lagi.




