JAKARTA - Para tokoh senior olahraga otomotif Indonesia, seperti Soeparto Soejatmo, Herutomo Hernowo, Indrajit Sardjono, Chandra Alim dan Boy Haryanto mendukung tekad Sadikin Aksa untuk maju menjadi calon Ketua Umum PP IMI periode 2007-2011 dalam Munas IMI di Semarang, Jawa Tengah, 21-23 Desember mendatang.
“Dia masih muda dan juga atlet reli, jadi saya kira sangat pas untuk menjadi calon ketua IMI mendatang. Apalagi dia juga diback-up seniornya, Dolly Indra Nasution. Menurut saya ini cukup bagus,” tegas Soeparto Soejatmo kepada pers dalam acara silaturahmi dengan Sadikin Aksa di Jakarta, Sabtu (24/11) lalu.
Sementara mantan pengurus PP IMI lainnya, Indrajit menyatakan, bahwa semua pihak harus fair karena mengelola IMI dalam situasi seperti sekarang tidak gampang. Pihaknya akan mendukung jika sang calon ketua umum mempunyai niat dan itikad yang baik, untuk melakukan perubahan yang benar agar IMI ke depannya bisa lebih baik.
“Kalau saya baca program dan pernyataannya Sadikin, menurut saya cukup bagus. Hanya saja, dia harus mensosialisasikan programnya itu ke semua pengda. Begitu pula jika terpilih nanti, Sadikin harus bisa menjalankan programnya itu dan jangan cuma di atas kertas saja,” ujar mantan Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri PP IMI itu.
Boy Haryanto, pereli nasional yang mantan pengurus PP IMI menilai, jika dilihat keluar IMI yang sekarang memang cukup bagus, terutama beberapa kegiatan olahraganya seperti Indoprix. Sayangnya, Indoprix itu dipromotori langsung oleh PP IMI. Di negera mana pun tidak ada organisasi yang tampil jadi promotor. Ini jelas menyalahi aturan. PP IMI harusnya hanya sebagai control body.
Mengenai sisi organisasi, suami penyanyi terkenal Vina Panduwinata itu melihat adanya yang tidak pas di tubuh PP IMI. Maksudnya, mereka kurang solid. Hal ini ia ketahui dari berita-berita di media dan juga sumber lain.
“Mestinya pengurus yang mengundurkan diri itu harus segera dicarikan penggantinya, jangan dirangkap oleh ketua umum karena akan menghambat roda organisasi,” katanya.
Seperti Ketua Pengda IMI Maluku Utara, tokoh senior olahraga otomotif lainnya Johny Pramono berharap PP IMI ke depannya harus bisa mandiri. Jangan tergantung terlalu banyak pada pihak sponsor. Begitu pula hubungan dengan pengda, jangan hanya di pusat namun harus merambah sampai ke pengda-pengda yang berada di ujung timur dan barat Tanah Air. (ima/Kr)




