Kelurahan Sisir, Kota Batu-Malang, Jawa Timur, akan hujan debu. Kabar menakutkan itu berkaitan dengan akan duelnya sekitar 100 kroser nasional maupun regional Jawa Timur dalam Kejurnas Supercross Seri II, 28-29 April.
"Kabar kedatangan seratus kroser ke kota Batu ini kami terima saat Kejurnas Motorcross di Kediri pada pekan lalu. Mayoritas kroser yang tampil menyatakan siap adu akrobat di Sirkuit sisir kota Batu," kata M. Nisom, Ketua Harian Panpel Kejurnas Supercross Seri II itu saat bertemu di Sekretariat IMI Jatim Jl. Dinoyo, Surabaya, Selasa (24/4).
Persaingan antar kroser dalam kejuaraan bertitel Indonesia Supercross Championship 2007, menurut anggota DPRD Kab. Batu - Malang ini, akan lebih heboh dibanding pertarungan yang mereka lakukan di sirkuit Kuwak, Kediri. Sengitnya persaingan tersebut lantaran sirkuit yang dibangun klub BMC (Batu Motor Club) sebagai klub penyelenggara, berbeda jauh dengan bentuk sirkuit Kuwak. Bentuk dan tantangan yang disiapkan murni untuk kejuaraan supercross.
Karena itu, pria berperut buncit ini mengingatkan agar para kroser yang setengah hati dan merasa tidak punya skill mumpuni, lebih baik tahu diri. Mereka cukup mendaftar saja sebagai peserta dan duduk manis di tepi sirkuit saat kroser pesaingnya adu kepiawaian.
Dengan bocoran bentuk sirkuit yang akan dihiasi tantangan superbowl setinggi 2 meter, sehingga motor yang melewati pasti akan dilontarkan minimal dua kali tinggi superbowl itu. Secara teknik diyakini Nisom, seorang Donny Orlando yang berkibar di Sirkuit Kuwak akan merasakan berat untuk mengulang suksesnya di Sirkuit Sisir."Diatas kertas, saya berani pastikan Donny akan keteteran dalam menaklukan sirkuit Sisir. Sebab faktor usia Donny, kemungkinan besar akan menghambat penampilannya," ujarnya.
Sedangkan Otiek R, Ketua Harian Lighting Production selaku pemegang hak even 5 seri Indonesia Supercross Championship 2007 ini mengatakan, penyelenggaraan lima seri supercross ini terdorong oleh keinginan organisasinya untuk menemukan sosok kroser yang dapat diandalkan, untuk berbicara di tingkat internasional. Karena itu, lima seri ini juga dimanfaatkan sebagai ajak pencarian bibit muda potensial untuk direkrut organisasinya.
"Target Lighting Production sampai lima seri penyelenggaraan setidaknya menemukan minimal 10 bibit muda. Kami tidak perlu kroser juara untuk direkrut, yang kami butuhkan seorang kroser muda berjiwa nekat," kelakar wanita kelahiran Mojosari ini.Dengan konsep dasar sebagai ajang mencari bibit kroser potensial itu, maka kelas yang dipertandingkan dalam lima seri itu selalu sama. Kelas yang akan dipertandingkan di Sirkuit Sisir, Batu - Malang itu adalah kelas bergengsi Special Engine (SE) 125cc Pro. Kelas bergengsi ini nantinya kroser nasional dan regional Jawa Timur akan bertarung adu keprigelan dengan beberapa kroser asing dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand.
Sedangkan kelas bergengsi lainnya adalah SE 125cc Yunior, SE 85cc, SE 65cc, dan SE 50cc. "Pertarungan di empat kelas inilah yang akan kami manfaatkan untuk mencari bibit kroser muda potensial. Karena itu, serunya persaingan sengit di empat kelas ini pasti tak akan kalah dengan kelas SE 125cc Pro, " ujar Otiek menutup pembicaraan. (rim)




