oleh Prima Sp Vardhana
Kroser nasional Denny Orlando masih terbaik di kelasnya. Dengan penampilan yang demikian memukau para penonton yang memadati Sirkuit Kuwak, Kediri, 21 - 22 April, kroser asal Solo, Jateng, ini mendominasi dua kelas bergengsi, kelas special engine (SE) 125 International dan SE 125 Grade A Gudang Garam Motocross Championship 2007.
Mengendarai kuda besi Kawasaki KXF, kroser andalan tim Jasalindo AHRS TPM itu merebut dua posisi terhormat di kelas SE dengan membungkam pesaingnya, Zulfikar. Crosser DKI itu harus rela finis di belakang Denny, juga pada dua kelas bergengsi tersebut.Dalam duel bebuyutan di kelas SE 125 Grade A, di luar perkiraan teknik secara tiba-tiba Kawak Denny macet. Berkali-kali ia dibantu pit-crunya berusaha menghidupkan, tapi tetap tak mau nyala. Kendala tersebut rupanya tak membuatnya patah arang. Dengan sedikit tusuk dan puter baut yang dilakukan pit-crunya, maka Kawak tunggangannya kembali menyalak dan siap digeber.
Kendati ngadatnya Kawak kesayangannya menyebabkan ia disalip oleh Zulfikar, tapi Denny dalam pertempuran bekubang lumpur itu tetap unggul dan masuk garis finish sebagai "Sang Juara". Sukses ini lantaran pria ceking ini dalam persaingan awal berhasil overlap. Jarak yang dicapai dengan ulfikar relatif jauh, sebanyak tiga lap. Sehingga dilewati Zulfikar dua kali pun saat ngadat tetap tak mengubah posisinya sebagai kroser terbaik di kelasnya.
"Sebenarnya saya sempat ketar-ketir saat Kawak nakal ini ngadat. Namun Alhamdulillah, setelah dilewati Zulfikar dua kali malahan dia mau menyala lagi an siap mengantarku masuk finish," kata Denny usai lomba.Sedangkan nasib kroser Jatim yang tampil di dua kelas bergengsi ini harus rela menempati posisi keempat dan kelima. Posisi itu direbut Yusuf Irawan dan Tri Priyo Nugroho.
Di kelas SE 125 grade B, posisi juara direbut kroser Jateng, Bambang Sucahyo dengan membungkam impian Alexander Wiguna (NTB). Sedangkan kroser Bali, Kadek Rubin di posisi ketiga. Persangan di kelas ini juga tak memberi kesempatan kroser Jatim untuk unjuk gigi. Kroser Samsul Huda pun harus rela senasib dengan rekannya di kelas Grade A, ia hanya menempati peringkat kelima.
Kendati di dua kelas Grade A dan Grade B harus gigit jari, tapi nasib pahit itu terseibak dalam pertempuran di kelas Grade C. Tiga crosser Jatim masuk lima besar. Merebut predikat juara yang ditorehkan Syaifudin dari tim Jasalindo MX Team. Dua kroser lainnya, Ariandi (Jasalindo MX Team) dan Nanang JMC (JMC Jombang) finis di posisi keempat dan kelima.
Untuk perseteruan di kelas Pee-Wee 50 cc, dua crosser Kediri sukses finis di perigkat juara dan runner-up, yakni Lantian J.P (Jasalindo MX Team) dan Farhan Andika (Indokediri MX Team). Sedangkan di kelas minitrail s/d 80 cc usia 5-8 tahun, krosser Singgih (Jasalindo MX Team) finis diposisi runner-up. @
Mengendarai kuda besi Kawasaki KXF, kroser andalan tim Jasalindo AHRS TPM itu merebut dua posisi terhormat di kelas SE dengan membungkam pesaingnya, Zulfikar. Crosser DKI itu harus rela finis di belakang Denny, juga pada dua kelas bergengsi tersebut.Dalam duel bebuyutan di kelas SE 125 Grade A, di luar perkiraan teknik secara tiba-tiba Kawak Denny macet. Berkali-kali ia dibantu pit-crunya berusaha menghidupkan, tapi tetap tak mau nyala. Kendala tersebut rupanya tak membuatnya patah arang. Dengan sedikit tusuk dan puter baut yang dilakukan pit-crunya, maka Kawak tunggangannya kembali menyalak dan siap digeber.
Kendati ngadatnya Kawak kesayangannya menyebabkan ia disalip oleh Zulfikar, tapi Denny dalam pertempuran bekubang lumpur itu tetap unggul dan masuk garis finish sebagai "Sang Juara". Sukses ini lantaran pria ceking ini dalam persaingan awal berhasil overlap. Jarak yang dicapai dengan ulfikar relatif jauh, sebanyak tiga lap. Sehingga dilewati Zulfikar dua kali pun saat ngadat tetap tak mengubah posisinya sebagai kroser terbaik di kelasnya.
"Sebenarnya saya sempat ketar-ketir saat Kawak nakal ini ngadat. Namun Alhamdulillah, setelah dilewati Zulfikar dua kali malahan dia mau menyala lagi an siap mengantarku masuk finish," kata Denny usai lomba.Sedangkan nasib kroser Jatim yang tampil di dua kelas bergengsi ini harus rela menempati posisi keempat dan kelima. Posisi itu direbut Yusuf Irawan dan Tri Priyo Nugroho.
Di kelas SE 125 grade B, posisi juara direbut kroser Jateng, Bambang Sucahyo dengan membungkam impian Alexander Wiguna (NTB). Sedangkan kroser Bali, Kadek Rubin di posisi ketiga. Persangan di kelas ini juga tak memberi kesempatan kroser Jatim untuk unjuk gigi. Kroser Samsul Huda pun harus rela senasib dengan rekannya di kelas Grade A, ia hanya menempati peringkat kelima.
Kendati di dua kelas Grade A dan Grade B harus gigit jari, tapi nasib pahit itu terseibak dalam pertempuran di kelas Grade C. Tiga crosser Jatim masuk lima besar. Merebut predikat juara yang ditorehkan Syaifudin dari tim Jasalindo MX Team. Dua kroser lainnya, Ariandi (Jasalindo MX Team) dan Nanang JMC (JMC Jombang) finis di posisi keempat dan kelima.
Untuk perseteruan di kelas Pee-Wee 50 cc, dua crosser Kediri sukses finis di perigkat juara dan runner-up, yakni Lantian J.P (Jasalindo MX Team) dan Farhan Andika (Indokediri MX Team). Sedangkan di kelas minitrail s/d 80 cc usia 5-8 tahun, krosser Singgih (Jasalindo MX Team) finis diposisi runner-up. @
ooOoo




