Kamis, 07 Juni 2007

Pamor Sesaki Kalender IMI Jatim

oleh Prima Sp Vardhana
Kendati berkali-kali harus menanggung rugi saat menggelar kejuaraan road race (balap motor), ternyata tak membuat Pamor Automotive Club kapok. Kerugian yang diderita justru membuat klub bermarkas di Kedungsari Surabaya ini makin nekat, bahkan cenderung menggila. Sikap itu dibuktikan dengan didaftarkannya seri kejuaraan Djarum 76 Grasstrack Jatim selama tahun 2007 ini. Jumlah seri yang disiapkan tak tanggung-tanggung, sebanyak 14 seri.
"Menggelar tontonan balap motor itu resikonya cuma dua. Untung atau rugi. Jadi buat apa dipikir rumit-rumit. Karena itu, bagi promotor yang pertimbangannya menggelar balap motor cuma cari untung, saya ingatkan lebih baik minggir aja," kata Ketua Pamor Automotive Club, Peter R. Tayu di ruang kerjanya, Selasa (6/6).
Kegilaannya terus menggelar balap motor, meski berkali-kali merugi akibat minimnya peserta yang tampil di evennya. Menurut ia, sama sekali tak pernah difikirkan terlalu dalam. Sebab konsepnya dalam menggelar even adalah hobinya melihat balapan. Selain itu, obsesinya untuk memberi hiburan pada masyarakat bawah yang di saat ini kian dibingungkan oleh kondisi perekonomian, politik, dan keamanan bersosial yang makin tak karuan.
"Konsep saya menggelar even tedorong hobi dan ingin menghibur masyarakat, sehingga saya tak pernah mempertimbangkan resiko ruginya. Sebab saya yakin Allah tak akan membiarkan saya merugi terus. Allah pasti akan membuat neraca even otosports saya menjadi seimbang," ujarnya.

Jadwal lengkap 14 seri itu yaitu Seri I. Trenggalek (9-10 Juni), II. Jember (30 Juni-1 Juli), III. Pacitan (14-15 Juli), IV. Lumajang (21-22 Juli), V. Magetan (18-19 Agustus), VI. Probolinggo (25-26 Agustus), VII. Jombang (1-2 September), VIII. Bojonegoro (8-9 September), IX. Ponorogo (20-21 Oktober), X. Madiun (27-28 Oktober), XI. Situbondo (10-11 Nopember), XII. Banyuwangi (17-18 Nopember), XIII. Tulungagung (24-25 Nopember), XIV/ Babak Final di Malang (1-2 Desember). Sedangkan 14 seri grasstracknya yang persaingannya akan dimulai di sirkuit Desa Jatiprahu-Karangan Kabupaten Trenggalek, 9-10 Juni.

Dikatakan, dirancang untuk melakukan seleksi alam munculnya pembalap grasstrack potensial yang selama ini tak dimiliki IMI Jatim. Agar seleksi terjadi dengan murni, maka jumlah seri yang digelar pun sangat panjang. Sebagai perangsang agar persaingan berlangsung panas dan ketat, maka seri ini berhadiah dua motor minimoto untuk kategori yunior dan Free For All (FFA). Syarat untuk membawah pulang motor itu antara lain pembalap minimal mengikuti 10 seri dari 14 seri yang digelar. Bagi peserta yunior open wajib mengikuti 2 kelas modifikasi yunior open yang diadakan di setiap seri.

Sebaliknya jika pembalap hanya mengikuti satu kelas saja, maka peluangnya berebut juara total seri akan gugur. Bagi peserta kelas FFA, wajib mengikuti kelas khusus FFA di setiap serinya. Kelas yang dilombakan di setiap seri tak terkecuali di Trenggalek nanti meliputi bebek std pemula open, bebek 2 tak modifikasi yunior lokal, bebek 2 tak modifikasi yunior open, bebek 4 tak modifikasi yunior lokal karesidenan, bebek 4 tak modifikasi yunior open, campuran yunior open, trail open, FFA, mini trail 85 cc dan kelas khusus minimoto monstrac U-17 tahun keatas. (hsn.dok)