Tim McLaren Mercedes tengah menyimpan bom waktu. Begitulah persaingan diam-diam antara pembalap mereka, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, selama dua bulan terakhir. Bom itu akhirnya menggelegar di seri ke-11 yang berlangsung di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Hungaria, Minggu (5/8) lalu.
Di pit stop sesi kualifikasi terakhir, Alonso sengaja parkir menghalangi laju mobil Hamilton. Rookie Inggris itu harus kehilangan waktu sekitar 20 detik.Tapi, Alonso harus membayar mahal kelakuannya.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) menghukum Alonso dengan menurunkan urutan startnya hingga lima tingkat. Alonso, yang mendapat hasil tercepat di sesi kualifikasi, harus memulai lomba dari posisi keenam. Ia pun hanya meraih finis di urutan keempat. Nasib yang berbeda menaungi Hamilton. Ia mendapat posisi start terdepan, dan berhasil meraih juara.
Dengan menempatkan dua pembalap di urutan empat besar di Hungaria, McLaren berada di puncak klasemen dengan mengemas 153 poin. Namun, FIA menghukum McLaren dengan menghilangkan poin tambahan, akibat kasus pit stop itu. Alhasil, meski masih berada di urutan tertinggi konstruktor, McLaren tetap mengoleksi 138 poin, hanya unggul 19 angka dari Ferrari yang menjadi runner up.
"Ada ketegangan yang luar biasa di dalam tim kami. Kedua pembalap kami sama-sama sangat kompetitif. Tentu saja saya merasa prihatin," kata Ron Dennis, bos McLaren. Pusing. Misi memenangi balapan konstruktor musim ini terancam. "Ada rasa frustrasi di antara mereka berdua, bahkan rasa tidak percaya satu sama lain," ucapnya.
Tak salah jika Dennis menyatakan ada ketegangan di dalam timnya. Selain perselisihan Alonso-Hamilton yang meruncing, Dennis juga sempat bersitegang dengan Hamilton. Usai insiden pit stop, keduanya sempat saling caci melalui radio komunikasi. "Ron (Dennis) sangat marah dalam pembicaraan lewat radio. Mereka menanyakan mengapa saya tidak melakukan apa yang dia inginkan," kata Hamilton.
Belum jelas betul penyebab kemarahan Dennis. Namun, media di Inggris merilis bahwa Dennis meminta Hamilton tak masuk pit stop, saat Alonso masih berada di pit stop tim. Tapi, Hamilton memaksa memarkir mobilnya, yang kemudian berujung pada insiden.
Bibit perselisihan kini mulai menggerogoti McLaren. Dennis khawatir timnya retak dan tak lagi saling bahu-membahu.
Kabar santer, Alonso yang teken kontrak dengan Mclaren hingga 2009, bakal mengakhiri kesepakatan usai musim ini. Tak bisa disalahkan jika Dennis pusing tujuh keliling. Ini menjadi gelombang masalah baru yang menghantam McLaren dalam dua bulan terakhir.
Kasus yang lebih menghebohkan adalah skandal spionase yang melibatkan tim Ferrari. Sempat lepas dari tuduhan, McLaren harus kembali senam jantung lantaran skandal itu dibawa ke pengadilan banding. Jika kalah dalam kasus itu, McLaren bisa dilarang berpartisipasi dalam lomba musim ini juga tahun depan. Ah, McLaren masih menyimpan bom waktu yang siap meledak kapan saja. (kol/rim)




