Senin, 06 Agustus 2007

Hamilton, Si Raja Hungaroring Tanpa Trofi




HUNGARORINGKegagalan dua pekan lalu di Sirkuit Nuerburgring, Jerman, kini terbayar sudah. Lewis Hamilton berhasil memuncaki podium di seri Grand Prix Formula 1 (F1) GP Hunggaria di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Hungaria, Minggu (5/8) malam.


Start dari posisi terdepan, dalam 70 putaran (lap) Hamilton mampu tampil tercepat. Catatan waktunya satu jam 35 menit dan 52,991 detik. Penampilan pembalap keeling dari Inggris ini bak ledakan dendamnya atas kegagalannya di GP Jerman, dua pekan lalu, yang gagal memetik poin akibat finish di urutan ke sembilan.


Kemenangan Hamilton di Hungaria ini menjadi titik kembalinya naik podium, setelah kesuksesannya naik podium juara sejak seri pertama hingga sembilan.


Kendati demikian, predikat juara GP Hungaria itu dirembut Hamilton lewat perjuangan keras. Misalnya harus mempertahankan posisi pimpinan lomba, dengan tekanan psikologis atas ancaman pembalap Ferrari Kimi Raikkonen. Start dari posisi ketiga, pembalap asal Finlandia itu tampil di podium kedua, terpaut 0,715 detik dari Hamilton.


Sedangkan posisi ketriga pembalap BMW Sauber Nick Heidfeld. Start di posisi kedua, Heidfeld finis ketiga di belakang Raikkonen dengan terpaut 43,129 detik dari pemuncak podium. Tak hanya itu, kemenangannya itu sekaligus melebarkan jarak klasemen dengan rekan satu timnya Fernando Alonso.

Dengan tambahan 10 poin itu, Hamilton kini mengemas 80 poin, atau unggul tujuh angka dari Alonso, yang finis di urutan keempat. Nasib pahitnya itu dipicu oleh hukumam yang diganjarkan Federasi Otomotif Internasional (FIA). Pole position yang diraihnya dicabut FIA. Ia dianggap bersalah. Ia diduga sengaja menghalang-halangi Hamilton. Saat memarkir kendaraan di pit stop di sesi kualifikasi terakhir, Alonso dianggap menghalangi Hamilton.

FIA menghukum Alonso dengan menurunkan posisi startnya lima tingkat. Pembalap Spanyol itu harus melakoni start dari posisi ke enam. Alonso akhirnya mampu menyalip pembalap tim Toyota Williams Nico Rosberg dan Tim Toyota Racing Ralf Schumacher, dan finis di urutan keempat. Catatan waktunya terpaut 44,858 detik dari Hamilton.


Adapun pembalap Ferrari Felippe Massa gagal menambah poin. Start dari posisi ke-14, Massa hanya mampu memperbaiki satu tingkat dan finis di urutan 13. Dia terpaut satu putaran dari Hamilton. Dengan hasil ini, Hamilton dan Alonso masih memimpin klasemen. Raikkonen menyodok ke peringkat tiga dengan mengoleksi 60 poin, terpaut satu angka dari Massa dengan 59 poin. Posisi berikutnya ditempati Heidfeld (42), dan Giancarlo Fisichella (17).


Meski berhasil menempatkan dua pembalapnya di empat besar, McLaren tidak berhasil menambah perolehan poin dalam klasemen konstruktor akibat kasus pit stop Alonso itu. Namun, McLaren masih menempati posisi teratas klasemen konstruktor dengan mengoleksi 138 poin, terpaut 19 angka dari Ferrari yang berada di posisi kedua dengan 119 poin. "Hasil ini terasa sangat menyenangkan sekaligus menyesakkan bagi tim kami. Sungguh akhir pekan ini sangat banyak kejadian yang tidak kami duga," kata Hamilton.


Jika ingin memperlebar jarak dengan Ferrari, McLaren tak boleh membuat kesalahan dan menang di seri ke-12 di Sirkuit Istambul, Turki, 26 Agustus mendatang.


Hukuman kepada Tim McLaren Mercedes terus berlanjut. Pengawas lomba (race stewards) melarang Hamilton membawa pulang trofi juara GP Hongaria. Ini terjadi sebagai buntut tindakan Alonso dan team order McLaren yang dinilai tak sportif di sesi kualifikasi. Bahkan, Alonso yang seharusnya meraih pole positions harus start dari posisi 6.


Sebelumnya, berapapun poin yang diraih McLaren di Hungaroring pun dihapuskan. Padahal, dengan Hamilton menjadi juara, serta Alonso finis di posisi 4, maka McLaren meraih 15 poin. Akibat hukuman ini, Hamilton pun tak bisa menambah koleksi trofinya. Padahal, inilah kemenangan ketiga Hamilton setelah GP Kanada dan GP Amerika.


Tapi, pembalap debutan asal Inggris itu mempertahankan keunggulan tujuh poin atas Alonso dalam klasemen sementara pembalap. Hamilton meraih 80 poin, sedangkan Alonso 73 poin. (OK/prima)