Jumat, 10 Agustus 2007

Irvine Sayangkan Sikap Hamilton Menentang Dennis


Sikap Lewis Hamilton yang menolak perintah Ron Dennis untuk tak masuk pit-stop, karena Alonso sudah belum meninggalkan pit-stop dalam sesi kualifikasi GP Hunggaria, Sabtu (4/8). Diprediksi mantan pembalap Ferrari dan Jaguar, Eddie Irvine akan menyulut polemik baru dalam tim McLaren.

"Sikap yang ditunjukkan Hamilton akan mencoreng reputasinya di mata media. Karena sikap itu merupakan sikap perlawanan terhadap bos yang berlebihan. Selain itu, juga mencerminkan arogansi Hamilton yang tidak visa dimaafkan dalam statusnya sebagai rookie," kata pria Irlandia pemenang empat GP yang telah pensiun pada 2002 itu.

Kendati demikian, pembalap usia 41 tahun ini angkat topi atas penampilan yang ditunjukkan Hamilton saat berlaga. Sebagai pembalap, dalam kolomnya di Virgin Media, Hamilton menunjukkan sosok masa depan yang menjanjikan sebuah prestasi dunia buat tim. Namun, ia harus sesegera mungkin merubah kelakuannya. Meninggalkan sikap arogansi dan menghargai perintah bos, yang bertanggung jawab dalam sebuah even. Sebab dalam sebuah tim sudah ditetapkan tentang sosok pembalap pertama dan kedua.

Irvine menggambarkan hal ini, dan tak bisa mempercayai rookie itu berani menentang sang bos, Ron Dennis lewat percakapan radio di sesi kualifikasi GP Hongaria. Di Budapest, pembalap berusia 22 tahun itu juga menolak timnya memberlakukan team order yang membuat Fernando Alonso menunda keluar dari pitstop.

“Sukses Hamilton berada di kepalanya. Tapi, kelakuannya di Hongaria sangat tak masuk akal,” tandas Irvine.

Irvine dikenal sebagai pembalap pemberontak di Formula One (F 1). Tapi, dia tak pernah menentang sang bos seperti yang dilakukan Hamilton. “Dia (Hamilton) benar-benar telah kehilangan akal.” (Oz/rim)